Selasa, 06 November 2012

CHARLIE CHAPLIN – SANG RAJA KOMEDIAN


















Chaplin identik dengan tokoh gelandangan kecil berwajahsedih, berbaju gombrang, bersepatu kebesaran, dan selalu membawa tongkat. Ia diakui sebagai salah satu artis paling kreatif dalam sejarah film dunia. Tak hanya seorang pelawak, ia juga seorang produser, penulis naskah, sutradara, bahkan komposer lagu bagi film-filmnya.

Pada akhir 1910-an, beberapa minggu sekali, sebuah poster bergambar gelandangan kecil bertopi selalu terpanjang di luar gedung-gedung bioskop di beberapa kota amerika. Poster yang muncul dengan tulisan I AM HERE TODAY itu merupakan tanda kehadiran Charlie Chaplin di bioskop-bioskop itu.

Kini, puluhan tahun kemudian, Chaplin masih menjadi figur yang di gemari. Pada 1995 sebuah survei dengan responden para kritikus dari seluruh dunia menobatkan Chaplin sebagai aktor terbesar dalam sejarah perfilman. Dialah orang yang mengandalkan semua aspek dalam proses pembuatan film. Dia, united Artist, menjadi produser, pemilih pemeran, sutradara, penulis, dan pembuat musik bagi film-film yang ia bintangi.
Pada dekade awal abad ke-20, dimana ,menonton bioskop setiap minggu telah menjadi kebiasaan, Chalpin sedikit banyak telah berjasa membuat industri film mendapat banyak telah berjasa membuat industri mendapat penghargaan mendunia dan membuatnya tidak sekadar industri belaka. Pada 1916, tahun ketiga ia berkiprah di dunia film, dengan pendapatan bekisar 10.000 dolar AS per minggu, ia adalah seorang aktor dengan bayaran tertinggi – bahkan mungkin orang yang mendapat bayaran tertinggi – di dunia. Pada 1920 demam Chalplin merebak dengan membanjirnya lagu, tarian, boneka, komik, dan minuman Chalplin.

Charlie chalplin menghabiskan masa kanak-kanaknya di rumah penampungan orang miskin dan panti asuhan. Tidak begitu jelas benar siapa ayah kandungnya, tetapi suami ibunya, Charles Chalplin, seoarang penyanyi, sejak awal sudah menelantarkan keluarga dan meninggal karena alkohol pada 1901. Ibunya hannah, aktris tak terkenal, lebih banyak menghabiskan waktu dengan keluar-masuk rumah sakit jiwa. Meskipun sangat bergairah belajar, chalplin kecil selalu meninggalkan sekolah pada pukul 10 untuk bekerja di sirkus keliling. Kemiskinan pada masa kecilnya inilah yang menghilhami ciri khas kostum si Gelandangan kelak.

Pada tahun 1910 ia bersama rombongan sirkus melakukan tur ke AS dan memutuskan untuk menetap di sana. Film pertama Chalplin di buat pada 1914 bersama Mack Sennett, direktur Keystone Film Company of American. Dalam film KID AUTO RACES AT VENICE (1914),  dengan mengenalkan celana longgar, sepatu kebesaran, topi preboling, dan mencekal tongkat bambu, dia menandai pemunculan awal tokoh yang kemudian sangat terkenal, The Tramp (“Si Gelandangan”). Chaplin memainkan peran klasik ini dalam lebih dari 70 film sepanjang kariernya. Dia kemudian bekerja sama dengan essanay Film Company, Mutual Film Company, dan First National Film Company.

Pada 1918 studio miliknya sendiri di Hollywood selesai di bangun. Sepanjang tahun-tahun itu chalplin perlahan-lahan mengembangkan karakter si gelandangan, dari seorang periang, stereotipe yang kasar, menjadi figur manusia yang patut dikasihani yang kemudian dicintai oleh penggemarnya di seluruh dunia. Pada 1919 dia ikut serta mendirikan United Artist Corporation, di mana ia aktif hingga 1952.

Pada akhir 1940-an dan awal 1950-an chalplin di kritik karena pandangan politiknya yang kekiri-kirian. Film-film pada masa itu memuat ra simpati kepada para pasifis, Komunis dan para pendukungnya. Hasilnya dia meninggalkan AS pada 1952 dan kemudian menjadi warga negara swiss. Barulah pada 1972 dia kembali sebentar ke AS untuk menerima beberapa penghargaan Oscar untuk kontribusinya bagi dunia film.

Sebagai artis, Chalplin menemukan suatu gaya penampilan individu yang khas, gabungan gaya badut sirkus dan pelawak dengan keindahan akrobatik, gerak yang ekpresif, kemampuan ekspresi muka, dan ketepatannya yang tanpa cela.”Gelandangan Kecil” Chalplin, merupakan suatu simbol universal tentang kemenangan individualitas atas kesengsaraan dan penganiayaan, yang membuat Chalplin diakui sebagai seorang tragikomedian yang berhasil.

Munculnya film bersuara pada akhir 1920-an merupakan ancaman bagi film-film bisu Chalplin yang mengandalkan imajinasi kreatifnya sebagian besar pada pantonim. Sungguhpun menyadari hal itu, dua film pertama Chalplin yang di buat pada masa itu, yaitu City Light dan Modrn Times, masih berformat film bisu. Setelah kedua film itu , Chalplin meninggalkan peran gelandangan dan mencoba memotret karakter-karakter tertentu. The Great Dictator yang bersuara, menandai transisi ini.

Chalplin tercatat menikah dua kali, istri pertamanya berusia 16 tahun saat mereka menikah, sementara istri keduanya, Oona O’neill, Putri penulis Eugene O’neill, di nikahi pada usia 18. Chalplin meninggal dunia swiss dalam usia 88 tahun. Ia sempat pula menulis otobiografi, yaitu My Autobiografi (1964), yang kemudian dicetak ulang menjadi dua buku, My Early Years (1982) dan MyLive in Movies (1975).



http://blogvrman.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar